Home » » Ada apa di 10 november..?? Kenapa disebut hari pahlawan ?

Ada apa di 10 november..?? Kenapa disebut hari pahlawan ?



Asal kata pahlawan.

Kata “pahlawan” berasal dari bahasa sangsekerta, “phala-Wan” yang berarti orang yang dirinya menghasilkan buah/hasil (phala). Dalam KBBI (2001:812) mendefinisikan kata Pahlawan yaitu orang yang menonjolkan keberaniannya dan perngorbanannya dalam membela kebenaran atau perjuang yang gagah berani. Untuk memperoleh gelar pahlawan tidaklah muda, melainkan terdapat kriteria tertentu yang dijelaskan dalam peraturan presiden No.33 tahun 1946. Orang yang memperoleh gelar pahlawan ialah bekas seorang pejuang dan biasanya gelar kepahlawanannya diraih setelah ia wafat. Namun, dewasa ini sering kali kita mendengar julukan-julukan pahlawan untuk diberbagai segi. Seperti halnya, TKI sekarang dinobatkan sebagai Pahlawan devisa karena banyaknya warga yang berminat menjadi TKI diluar negri sehingga bisa mengurangi angka pengangguran. Guru yang sejak dulu dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena masa lalu guru yang tingkat kesejahteraan hidupnya terkesan suram diakibatkan oleh gaji/tunjangan kala itu yang sangat rendah sehingga hanya orang-orang yang berhati muliah sajalah yang bertahan mengabdikan dirinya demi untuk mewujudkan visi-misi bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan anak bangsa. Sekarang predikat guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa perlahan mulai buram karena dimasa ini, profesi guru merupakan profesi yang banyak dikejar dikarenakan masa depan dan tunjangannya yang menjamin hingga ketika wafat sekalipun.

Berbicara tentang Pahlawan, hari ini tepatnya tanggal 10 November 2014 telah dinobatkan sebagai hari Pahlawan Nasional. Tentunya banyak yang bertanya–tanya kenapa tanggal 10 November 2014 dijadikan sebagai Hari Pahlawan, bukannya momen mengingat perjuangan pahlawan-pahlawan itu lebih tepat dan hikmat di 17 Agustus? Hari yang kita sebut hari kemerdekaan,hari dimana pertama kalinya Bendera Pusaka berkibar diangkasa secara resmi, hari dimana lagu kebangsaan Indonesia raya diperdengarkan secara resmi dan terbuka (walaupun kala itu hanya musiknya saja yg diisinkan u/diperdengarkan), hari dimana naskah Proklamasi pertama kali dibacakan didepan seluruh rakyat Indonesia oleh Soekarno yang kini disebut the faunding father.

Dalam catatan sejarah Revolusi Nasional Indonesia,pada 10 November 1945 merupakan pertempuran pertama,terberat dan terbesar, yang terjadi pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia yaitu perang melawan tentara asing.

Kedatangan tentara jepang dan proklamasi kemerdekaan indonesia

3 tahun sebelum kemerdekaan, tepatnya 1 maret 1942 tentang Jepang mendarat dan memasuki Indonesia (Pulau Jawa). Dan pada tanggal 8 Maret 1942 Indonesia resmi berada dalam pemerintahan Jepang, setelah tujuh hari tentara Jepang itu memasuki Indonesia yang kemudian melalui perjanjian Kalijati pemerintahan colonial belanda menyerah tanpa syarat kepada tentara jepang. Tak begitu lama Jepang berkuasa di Indonesia. Pada bulan Agustus 1945, terjadi insiden yang begitu dahsyat menimpa Jepang, kala Amerika Serikat menjatuhkan Bom Atom di Nagasaki dan Hirosima. Pada masa itu terjadi kekosongan kekuasaan dari para tentara asing terhadap Indonesia sehingga, Soekarno dan beberapa kawan lainnya memanfaatkan kesempatan itu untuk mempersiapkan seremoni dalam memproklamatorkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Inggris dan misi terselubungnya

Setelah para pejuang dan rakyat Indonesia berhasil mengalahkan tentara Jepang, maka para pejuang dan rakyat indonesia berencana untuk melucuti persenjataan yang di miliki tentara jepang. Maka pada saat itu terjadilah peperangan yang memakan banyak korban di berbagai daerah. Pada tanggal 15 September tahun 1945 Jakarta di masuki tentara Inggris dan Pada tanggal 25 bulan Oktober Tahun 1945 tentara Inggris berpindah ke Surabaya dan mendarat di sana dengan mengatasnamakan sebagai blok sekutu membantu indoneisia untuk melucuti persenjataan para tentara jepang, serta membebaskan rakyat yang menjadi tawanan tentara jepang dan membuat jepang pergi pulang kampung ke negara asalnya. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA.

Lahirnya 10 november sebagai hari pahlawan

Sebelumnya telah ada maklumat Pemerintah Indonesia pada tgl 30 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia, gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Namun pada pada sore hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman , mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Insident ini mengundang kemarahan terhadap rakyat Indonesia hingga pada akhirnya meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi.

Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur), pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya, dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali.

Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA. Ultimatum tersebut ditolak oleh Indonesia. Sebab, Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri (walaupun baru saja diproklamasikan), dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) sebagai alat negara juga telah dibentuk. Pada 10 November pagi, tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar, yang diawali dengan bom udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya, dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 infanteri, sejumlah pesawat terbang, tank, dan kapal perang.

Berbagai bagian kota Surabaya dibombardir dan ditembak dengan meriam dari laut dan darat. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota, dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut, baik meninggal mupun terluka.

Pihak Inggris menduga bahwa perlawanan rakyat Indonesia di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo 3 hari saja, dengan mengerahkan persenjataan modern yang lengkap, termasuk pesawat terbang, kapal perang, tank, dan kendaraan lapis baja yang cukup banyak.

Namun di luar dugaan, ternyata para tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari kalangan ulama' serta kiyai-kiyai pondok jawa seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kiyai-kiyai pesantren lainnya mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat umum (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kiyai)juga ada pelopor muda seperti bung tomo dan lainnya. sehingga perlawanan itu bisa bertahan lama, berlangsung dari hari ke hari, dan dari minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari makin teratur. Pertempuran besar-besaran ini memakan waktu sampai sebulan, sebelum seluruh kota jatuh di tangan pihak Inggris. 

Peristiwa berdarah di Surabaya ketika itu juga telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban ketika itulah yang kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya.”
*Soekarno.